Strategi Pengembangan Masyarakat Miskin

Posted on
Strategi-strategi yang digunakan dalam metode pengembangan masyarakat sebagai upaya peningkatan dan pengembangan kapasitas masyarakat miskin adalah sebagai berikut:
a. Strategi pemecahan masalah dimaksudkan untuk mengajak warga masyarakat miskin melihat dan menyadari permasalahan yang dihadapi kemudian mendiskusikan bersama bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. teknik motivating dan supporting bisa digunakan untuk membangkitkan kepercayaan diri (self-reliance) mereka, sebagai unsur penting yang harus dikembangkan dalam meminimalisasi dampak negatif budaya kemiskinan tadi.
b. Konfrontasi, merupakan strategi mengonfrontasikan masyarakat miskin dengan permasalahan yang dihadapi. strategi ini dimaksudkan untuk dapat menimbulkan kesadaran menggalang kesatuan dan kekuatan mereka untuk bertindak dalam menangani masalah tersebut.
c. Membangun kelembagaan baru, yaitu membangun lembaga-lembaga dalam masyarakat dengan menggunakan sumber Daya masyarakat setempat, dimana masyarakat miskin diintegrasikan ke dalam lembaga tersebut. lembaga-lembaga yang berkaitan dengan peningkatan pendapatan masyarakat miskin senantiasa ditumbuhkembangkan misalnya  lembaga ekonomi produktif (LEP), kelompok usaha bersama (KUBE), wirausaha baru  (WUB) pemberdayaan ekonomi kecil, koperasi Baitul Mal, dll. jika di lingkungan masyarakat sudah ada lembaga tetapi tidak berfungsi maka yang harus dilakukan adalah bagaimana mengaktifkan kembali lembaga tersebut.
d. Pengembangan dan peningkatan keterampilan hidup (life skill) dengan mengajarkan cara-cara atau alat-alat dalam perubahan yang direncanakan.
e. Terapi pendidikan, yaitu strategi untuk mengikutsertakan masyarakat miskin dalam suatu program penanggulangan kemiskinan, biasanya dalam bentuk latihan-latihan, saling bekerja sama secara demokratis, dan belajar untuk menilai dan menghargai kerjasama tersebut. Strategi ini akan memperkuat pemerintah pada tingkat lokal mendorong proses pembangunan serta menimbulkan perasaan sebagai anggota masyarakat dalam suatu kesatuan.

 

SUMBER TULISAN: Buku Pengembangan Masyarakat

 

Facebook Comments