Masyarakat Majemuk Perspektif Indonesia

Posted on
Pengertian masyarakat majemuk
Sumber Photo: Pixabay

Masyarakat majemuk yang saya fahami dalam kamus bahasa Indonesia adalah kumpulan kelompok manusia yang suku dan budayanya berbeda tapi saling dipersatukan oleh satu kesepakatan (ideologi) yang sama, misalnya ideologi Pancasila di Indonesia.

A. Pengertian Masyarakat Majemuk Menurut Para Ahli

Memahami pengertian masyarakat majemuk secara lebih jelas sebaiknya kita fahami pemikiran para ahli di bawah ini terlebih dulu:

J.S. Furnivall

Masyarakat majemuk adalah masyarakat yang terdiri dari beragam kelompok etnik atau ras yang ada di bawah  sebuah sistem pemerintahan. Masyarakat majemuk punya kebudayaan yang berbeda satu sama lain, itu artinya baik adat istiadat, agama dan bahasanya ya berbeda.

Itulah mengapa, seringkali masyarakat majemuk mengalami perselisihan, konflik dan sengketa.

J.S Furnivall menemukan Istilah ini ketika melakukan penelitian di Birma dan Indonesia, yang kemudian dalam tulisannya secara khusus merujuk pada masyarakat yang tinggal di wilayah tropik (asia tenggara) yang sudah merdeka setelah dijajah kekuasaan kolonial.

M.G.Smith

M.G.Smith menganalisis masyarakat majemuk sebagai kumpulan berbagai kelompok sosial yang punya kebudayaan beragam, namun sering konflik dan berselisih.

Dari segi politik, masyarakat majemuk umumnya dikuasai oleh satu kelompok minoritas yang punya kebudayaan ekslusif (elite) serta bukan bersandar pada sistem nilai yang sama, tetapi karena adanya konflik dan paksaan.

Jadi, kemajemukan satu masyarakat dapat diukur oleh berbagai banyaknya faktor perbedaan yang yang dalam masyarakat tersebut, seperti perbedaan perbedaan agama, suku bangsa, perbedaan pada akar rumput masyarakat.

Terdapat stereotip yang sering disandarkan pada kelompok komunitas tertentu, stereotipe itulah yang  seringkali membuat perpecahan karena isinya mengandung penilaian negatif. Contohnya; “orang sunda itu..” atau “orang batak itu..”

Baca Juga: Memahami Masyarakat Madani

B. Ciri Masyarakat Majemuk

Beberapa ciri masyarakat majemuk menurut Furnivall:

  1. Kelompok-kelompok masyarakat memang tergabung dalam suatu sistem politik yang telah disepakati bersama, sayangnya tiap komunitas memiliki kehidupan ekslusif sendiri-sendiri.
  2. Interaksi sosial antar komunitas masyarakat sangat kurang, relasi masyarakat yang berjalan sekadar terbatas pada sektor ekonomi saja.
  3. Komunitas ini tercipta karena dominasi penjajah kolonial, dengan kata lain negara-negara bekas jajahan.
  4. Tidak adanya “common sense will” atau kebersamaan sosial dan keinginan untuk maju bersama.
  5. Sulitnya membangun nilai yang disepakati bersama oleh masyarakat. Nilai yang isinya panduan dan kontrol tingkah laku sosial.

C. Perbedaan Masyarakat Majemuk dan Multikultur

Masyarakat majemuk acapkali diidentifikasi sebagai masyarakat multikultur oleh para ahli dan orang awam, padahal masyarakat multikultur tingkatnya lebih tinggi dari majemuk.

Masyarakat multikultur adalah sebuah tujuan, artinya kondisi masyarakat majemuk dimana telah terlaksananya keharmonisan dalam masyarakat.

Pada masyarakat majemuk, memang terdapat diferensiasi masyarakat, namun tidak tercipta suatu keharmonisan, saling menghargai dan kesederajatan. Sementara multikultur sebaliknya.

D. Contoh Masyarakat Majemuk: Indonesia

Negara Indonesia terdiri dari beragam suku, bahasa, adat dan agama. Tapi masih satu bangsa yang sama. Dari sini, kita bisa simpulkan bangsa Indonesia adalah masyarakat majemuk.

Meskipun, komunitas di Indonesia beragam agamanya, kebudayaannya, perilaku hidupnya, namun ia terikat bersatu oleh semboyan “Bhineka Tunggal Ika”. Semboyan ini adalah ciri khas yang hanya dimiliki Indonesia, artinya berbeda-beda tapi ia tetap satu.

Ada banyak contoh komunitas majemuk, dan salah satunya adalah yang diperlihatkan oleh masyarakat Indonesia. Di Indonesia terdapat tiga kebudayaan yang tiap golongannya punya corak unik tersendiri.

Kebudayaan-kebudayaan ini memang berbeda namun saling terkait satu sama lain sehingga menyatu dan dinamai kebudayaan Indonesia.

Ketiga kebudayaan ini adalah :

(1) Kebudayaan Daerah
(2) Kebudayaan Umum Lokal
(3) Kebudayaan Nasional

Masing-masing kebudayaan ini berperan sebagai pengukuh pola interaksi antar komunitas di Indonesia sesuai dengan lokasi dimana ia dilibatkan didalamnya.

Penutup

Cara tercepat memahami masyarakat majemuk adalah dengan bergaul bersama orang yang berbeda dengan kita, misalkan, anda terbiasa berinteraksi dengan orang yang sesuku atau seagama, coba sekali-kali keluar sekadar mengobrol dengan komunitas yang beda agama atau suku, saya yakin dengan begitu wawasan kita akan kemajemukan dan perbedaan akan bertambah. Salam

Facebook Comments