Dampak Nyata Perubahan Sosial pada Masyarakat

Posted on
Dampak perubahan sosial
Dampak perubahan sosial, supir taksi berunjuk rasa menuntut rasa keadilan. Sumber photo: kapanlagi

Perubahan sosial pada suatu bidang akan berdampak pada perubahan bidang lainnya. Ibarat domino, perubahan pasti akan berpengaruh langsung dan nyata pada kesejahteraan masyarakat.

Saya ambil contoh, masyarakat kelas menengah kota banyak yang beralih menggunakan jasa ojek atau taksi online. Di satu sisi, mereka dimudahkan oleh jasa transportasi online tersebut, di sisi lain para pekerja taksi konvensional dirugikan secara finansial, karena penumpangnya berkurang.

Dari satu contoh diatas, yang saya fahami adalah bahwa;

Perubahan selalu menimbulkan efek domino yang berdampak nyata pada masyarakat, sifatnya bisa positif ataupun negatif.

A. Dampak Perubahan Sosial yang Positif pada Masyarakat

1. Terbukanya Peluang Berbagai Profesi Baru

Salah satu perubahan sosial yang berdampak langsung di masyarakat adalah bertambahnya profesi-profesi baru yang tidak ada dua dekade lalu.

Seperti; blogger, youtuber, digital marketer, dan lain lain. Hal ini, tentu saja bagus karena memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat yang baru lulus sekolah ataupun kuliah.

2. Kesetaraan Gender

Dulu, ada anggapan bahwa wanita tidak boleh sekolah tinggi, jangan bekerja, diam di rumah saja jadi anak atau istri yang baik, seakan tidak ada pilihan selain itu.

Sekarang, wanita bisa memilih untuk sekolah lebih tinggi, bekerja, bahkan menjadi pemimpin.

Tentu saja, bagi saya (penulis) ini adalah hal yang positif. Karena dengan begitu, wanita bisa mengembangkan berbagai potensi tersembunyi yang ia miliki secara maksimal.

3. Mudahnya Akses Informasi

Era 90-an, mencari informasi sangat sulit, baik yang sifatnya pengetahuan atau berita. Masyarakat harus pergi ke perpustakaan untuk mencari ilmu, menunggu koran datang atau menonton tv untuk mendapat berita. 

Kini, dengan teknologi internet, kita bisa dengan mudah mendapat akses berbagai informasi tersebut. Tentu, ini adalah hal yang baik dan positif, apalagi jika masyarakat bisa mendayagunakan itu demi kepentingan dan kesejahteraan mereka.  

4. Pendidikan yang Mudah diakses Semua Kalangan

Menurut saya, kualitas pendidikan di Indonesia masih kalah jauh dengan negara lain, Malaysia misalnya. Tapi rasanya tidak adil jika membandingkannya dengan negara lain, lebih baik kita bandingkan dengan pendidikan zaman dulu.

Pendidikan di Indonesia sekarang, jika kita bandingkan dengan zaman dulu nampaknya jauh berbeda.

Contoh, orang dari keluarga yang tidak mampu untuk kuliah, masih bisa ikut kuliah karyawan atau kuliah terbuka. Kalau dulu, susah sekali menemukan institusi pendidikan semacam ini.  

Contoh lainnya, pemerintah tiap tahun meningkatkan jumlah beasiswa bagi siapapun warganya yang berprestasi atau yang tidak mampu secara finansial.

5. Terbukanya Peluang Naik Kelas

Saya pernah membaca sebuah berita tapi lupa sumbernya. Intinya begini, masyarakat Indonesia banyak tumbuh  menjadi kelas menengah, yang asalnya termasuk masyarakat kelas bawah. Akses informasi dan pendidikan tadi memudahkan terjadinya mobilisasi sosial (naik kelas).

Baca Juga: Pola Kehidupan dan Karakteristik Masyarakat Perkotaan

B. Dampak Perubahan Sosial yang Negatif pada Masyarakat

1. Benturan Kebudayaan

Beragam kebudayaan dan pemikiran baru yang berkembang di masyarakat harusnya bagus bagi peningkatan wacana diskusi ilmu dan pengetahuan.

Sayangnya, masyarakat Indonesia belum siap untuk itu, dampak negatif yang muncul lebih besar ketimbang pengaruh positifnya, bukannya saling toleran namun malah saling meniadakan. 

Contoh yang paling sederhana; ketika ada orang berdiskusi di kampus tapi malah dipersekusi dan dibubarkan paksa oleh Ormas tertentu atau aparat pemerintah. Padahal, dalam konteks kajian ilmiah, sebuah ideologi tidak mengenal salah dan benar.

2. Konflik Sosial

Perubahan sosial ekonomi umumnya adalah penyebab konflik antar golongan di masyarakat, khususnya di Indonesia. 

Unjuk rasa petani Kendeng, mereka menuntut keadilan. Sumber gambar: VOA Indonesia

Contoh; konflik petani Kendeng melawan perusahaan semen, akar konfliknya adalah karena perusahaan semen-indonesia berniat mengubah bukit sumber air lahan pertanian, menjadi pabrik semen gersang. 

Bukit Sumber Air Hancur → Sawah Kering → Lahan Hancur → Petani Kendeng Menganggur → Masalah Sosial → Konflik Sosial.

3. Menghasilkan Pengangguran

Perubahan dan kemajuan teknologi tidak selamanya positif. Beberapa industri harus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman, akibatnya banyak orang kehilangan pekerjaan. Contohnya, Industri percetakan koran yang harus gulung tikar karena banyak yang beralih menjadi media digital.

4. Konsumerisme

Pesatnya perkembangan teknologi, membuat masyarakat dibombardir puluhan sampai ratusan iklan komersial, ini berpengaruh pada pola pikir masyarakat, kita “digiring” secara halus, untuk membeli produk yang sebetulnya tidak terlalu penting dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat.

5. Kerusakan Lingkungan

Sistem ekonomi yang tidak berkelanjutan membuat lingkungan menjadi rusak, demi keuntungan ekonomi semata, hutan dan pohon sengaja dirusak. Mereka menebang, membakar dan mengganti habitat aslinya.

Tebang hutan → Ganti dengan Sawit/Villa → Musim Hujan Datang → Air tidak Menyerap dalam tanah → Banjir → Perkampungan terendam → Masalah sosial baru.

6. Individualistis

Dampak lain perubahan sosial adalah, masyarakat jadi egois dan kurang peka. Sepanjang pengamatan saya, ini hanya terjadi di wilayah perkotaan.

7. Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial

Tidak selamanya perubahan sosial membawa kemakmuran, bagi orang yang masuk kategori “sangat miskin”, jangankan mengakses internet untuk mencari informasi yang bermanfaat bagi mereka, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak bisa, akibatnya mereka semakin miskin dan mengalami penurunan kualitas hidup serta kesenjangan sosial.

Penutup:

Tetaplah bersikap baik kepada setiap orang yang kita temui, karena kita tidak tau apa dampak perubahan sosial yang mempengaruhi kehidupan mereka.

Catatan: Tulisan ini hanya opini penulis berdasarkan pengamatan sederhana, bukan riset secara mendalam. 

Baca Juga: Pengertian Masyarakat dalam Berbagai Sudut Pandang

Facebook Comments