Bank Sampah? Kenalan Yuk!

Posted on
Bank Sampah Wargi Manglayang Kecamatan Cibiru Kota Bandung

Bank Sampah, apa persepsi anda ketika mendengar kata tersebut? Saya pun pertama kali mendengarnya agak bingung.

Ketika mendengar kata sampah, yang saya bayangkan adalah sesuatu yang bau dan jijik. Kebalikannya ketika mendengar kata bank, yang ada dipikiran saya adalah tempat bertransaksi yang adem, bersih dan memiliki pelayanan ramah.

Rasanya aneh, bank kok sampah.

Tetapi setelah saya paham, ternyata bank sampah itu adalah satu konsep yang tujuannya memecahkan persoalan sampah di lingkungan kita.

Mari kita bahas secara berurutan.

A. Paradigma Pengelolaan Sampah

Selama ini, ketika buang sampah barangkali sudah jadi kebiasaan, yaitu dikumpulkan dulu di tempat sampah, kemudian nanti ada yang mengangkut, kita hanya bayar lalu terima beres, sesuai slogan buanglah sampah pada tempatnya.

Sebetulnya tidak salah sih, tapi apakah anda tau, sampah yang anda buang itu ternyata menimbulkan masalah besar di tempat lain?

Tahun 2005 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwih Gajah Cimahi meledak, lalu menimbun perkampungan yang menyebabkan ratusan orang meninggal.

Jika demikian, maka persoalan sampah bukan masalah sepele, rasanya tidak mungkin menyelesaikan ini dengan hanya mengandalkan pemerintah, masyarakat biasa seperti Anda dan saya harus terlibat atau minimal peduli.

Proses pengolahan sampah dengan cara “kumpul-angkut-buang” ini sangat bermasalah, harus segera diganti dengan paradigma pengolahan sampah lain yang tidak menimbulkan persoalan baru, salah satunya adalah dengan konsep 1K dan 3R “Komposting Reduce – Reuse – Recycle”.

Baca juga: Jenis-jenis sampah dan Komposting

B. Pengertian 3R (Reduce – Reuse – Recycle)

3R adalah akronim dari Reduce, Reuse dan Recycle.

1. Pengertian Reduce

Reduce artinya mengurangi, maksudnya adalah kurangi sampah dari sumbernya, siapa sumbernya? Anda, saya dan semua manusia.

Mengurangi sampah dari kita sendiri. Misalnya;

  • Saya belanja ke pasar atau supermarket, maka untuk mengurangi sampah, saya bawa kantong dari rumah supaya tidak pakai kresek, karena kresek ujungnya jadi sampah.

  • Anda jajan baso, supaya tidak nyampah, makannya langsung di tempat tukang baso atau bawa wadah dari rumah, jangan dibungkus pakai plastik, karena plastik nanti jadi sampah.

  • Membiasakan tidak membeli air kemasan, tapi membawa air botol (tupperware) dari rumah.

  • Lebih memilih menggunakan sapu tangan ketimbang memakai tisu, karena tisu hanya bisa digunakan sekali, lalu dibuang.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut nampak sepele, tapi kalau banyak orang yang melakukannya maka pasti sampah akan berkurang, jadi mulailah dari kita, manusia.

2. Pengertian Reuse

Reuse artinya menggunakan kembali barang yang masih memiliki fungsi lain untuk dimanfaatkan sampai benar-benar rusak. Misalkan, memanfaatkan wadah plastik bekas minyak goreng untuk dijadikan pot tanaman.

3. Pengertian Recycle

Recycle artinya daur ulang.

Banyak yang keliru dengan konsep 3R ini, karena yang melekat di benak orang-orang adalah konsep daur ulang (Recycle). Padahal, yang terpenting dari 3R itu bukan daur ulang, tapi kurangi sampah (Reduce) dari sumbernya langsung, yaitu kita (manusia).

Barang yang didaur ulang, kualitasnya tidak akan sama dengan barang asalnya! Alias tambah jelek.

Saya ambil contoh, botol plastik bekas minuman kemasan, ketika didaur ulang maka jadi butiran plastik, yang biasanya digunakan untuk bahan plastik pvc. Plastik pvc ketika didaur ulang maka hasilnya jadi kresek hitam.

Jika sudah jadi kresek hitam, maka takkan bisa didaur ulang lagi, harus menunggu ratusan tahun sampai bisa terurai. Nah loh!!

C. Konsep, Manajemen dan Sistem Bank Sampah

Balik lagi bahas Bank Sampah.

Bank sampah adalah konsep yang masuk kedalam pengelolaan 3R tadi, yaitu Recycle (daur ulang). Masyarakat umum seperti anda dan saya, tidak punya alat atau keahlian untuk mendaur ulang sampah, makanya butuh kolaborasi pihak lain, salah satunya Bank Sampah.

1. Apa itu Bank Sampah? – Konsep Bank Sampah.

Kita pahami dulu pengertian bank secara umum; Bank adalah badan usaha yang mengumpulkan dana (uang) dalam bentuk simpanan lalu menyalurkannya kepada masyarakat lain dalam bentuk kredit, kemudian keuntungannya dibagikan kembali dalam bentuk bunga.

Bedanya, bank sampah tidak mengumpulkan uang, tapi menghimpun sampah dari masyarakat.

Sampah tersebut dihitung kemudian dicatat sampai angka dan jangka waktu tertentu untuk kemudian dirubah menjadi bentuk lain yang senilai. Seperti tabungan sembako, tabungan kesehatan, tabungan beasiswa, dan lain lain.

2. Manajemen Bank Sampah

Manajemen Bank Sampah tergantung kebutuhan, saya pernah mengunjungi beberapa bank sampah. Ada yang pengurusnya tiga orang saja yaitu ketua, sekretaris dan bendahara. Ada pula yang lengkap seperti layaknya organisasi kemasyarakatan lainnya.

Semakin besar sebuah bank sampah, semakin banyak pula manajemen kepengurusan yang dibutuhkan, jumlah pengurus bank sampah skala Kecamatan akan berbeda dengan bank sampah skala RW.

Umumnya yang wajib dalam manajemen kepengurusan bank sampah itu adalah;

a). Ketua (Penanggung Jawab)

Ketua dalam kepengurusan bank sampah memiliki fungsi sebagai penanggung jawab penuh, ia adalah kunci utama berkembang atau tidaknya kegiatan bank sampah. Biasanya dipilih ketika pembentukan kepengurusan bank sampah.

b). Sekretaris (Wakil)

Sekretaris dalam manajemen bank sampah memiliki tugas merapikan catatan surat, legal formal, dan menggantikan ketua pada masa-masa tertentu.

c). Bendahara

Bendahara adalah orang yang bertanggung jawab dalam arus kas, catatan uang masuk-keluar, serta bertanggung jawab penuh dalam menghitung jumlah tabungan warga. Ia pun mesti memiliki buku besar catatan aset bank sampah.

d). Pekerja (Karyawan)

Berbeda dari tiga pengurus lainnya (diatas) yang kadang harus bekerja ikhlas alias tidak digaji, pekerja di bank sampah harus mendapat upah. Mengapa?

Karena pekerja bank sampah menghabiskan banyak waktu. Ia mesti menimbang, mencatat dan menjual barang. tenaga yang mereka berikan harus dihargai, pekerja perlu makan dan menyambung hidup.

3. Mekanisme, Alur dan Sistem Bank Sampah

Sistem Penyetoran dan Penjualan di Bank Sampah

a) Pemilahan Sampah

Masyarakat atau nasabah harus memilah terlebih dulu di rumah mereka masing-masing sebelum di bawa ke bank sampah.

b) Penyetoran Sampah

Tiap bank sampah memiliki jadual buka yang berbeda, ada yang buka setiap hari, ada juga yang hanya buka seminggu sekali.

Menurut saya, bank sampah yang hanya buka di akhir pekan membuat kebersamaan antar nasabah semakin menguat karena berbondong-bondong saling bertemu dan bersilaturahmi.

c) Penimbangan

Proses penimbangan dilakukan oleh karyawan bank sampah, sampah an-organik yang dicampur harganya lebih murah daripada sampah yang sudah dipisah. Misalkan sampah botol plastik.

d) Pencatatan

Setelah sampah ditimbang kemudian dikonversikan kedalam rupiah lalu ditulis di buku tabungan nasabah.

e) Penyortiran

Sampah yang terkumpul dipisah sesuai jenis-jenisnya oleh karyawan bank sampah. Ada dus, botol, plastik, dan lain lain.

f) Pengepakan

Setelah disortir, maka selanjutnya sampah dirapihkan dan di-packing untuk diangkut dan dijual ke bandar.

g) Penjualan

Sampah yang sudah di-packing selanjutnya dijual ke bandar pengepul. Bank sampah harus tau kemana barang dijual untuk mendapat keuntungan maksimal.

Penutup

Nah, sudah ada gambaran kah tentang bank sampah? Apakah Anda tertarik merintis bank sampah di lingkungan rumah Anda? Silahkan hubungi ke Lembaga Pengembangan Teknologi Tepat (LPTT) no telp: 022-.2502244 

Facebook Comments